Rilisan lain yang masih berhubungan dengan [Sub Indo] Rekomendasi Novel Jepang Terbaik Versi Mitsuki Hiraoka - Hinatazaka Channel.
Segmen mabar bersama Nao Kosaka! Tonton Mitsuki & Kirari main 'Carry The Glass' di Hinatazaka Channel Sub Indo hanya di Frelein Fansub.
Wisata kuliner Kyoto bareng Micchan! Tonton Mitsuki Hiraoka (Hinatazaka46) review Zenzai di Hinatazaka Channel Sub Indo. Download gratis di Frelein Fansub!
Nao Kosaka dan Rina Watanabe main ke Cat Cafe! Simak momen menggemaskan mereka bareng kucing lucu di Hinatazaka Channel Sub Indo. Dijamin bikin kamu mleyot!
Selamat datang di rilisan terbaru kami! Buat kalian yang ingin cari rekomendasi novel Jepang, episode Hinatazaka ChannelHinatazaka Channel日向坂ちゃんねるKanal YouTube resmi kedua dari Hinatazaka46. Berisi konten-konten original dari Hinatazaka46 selain dari konten musik di kanal utamanya. kali ini bakal cocok banget karena 平岡美月 (MicchanMicchanみっちゃんNama panggilan Mitsuki Hiraoka, member Hinatazaka46 Generasi 4.), Member Generasi ke-4 grup idola Jepang 日向坂46 (Hinatazaka46) bakal membagikan rekomendasi novel-novel Jepang terbaik dari ratusan novel yang pernah dia baca sebelumnya. Penasaran banget nggak sih? Langsung aja kita masuk ke daftar rekomendasinya yuk!
Novel berjudul センセイの鞄 (Sensei no Kaban) yang berarti Tas Guru adalah novel kisah cinta romantis karya sensei 川上弘美 (Hiromi Kawakami). Novel ini punya reputasi yang luar biasa di dunia sastra Jepang. Bahkan novel ini memenangkan 谷崎潤一郎賞 (Tanizaki Jun'ichirō Shō) pada tahun 2001. Novel ini menceritakan tentang Tsukiko, wanita single berusia 37 tahun yang bekerja sebagai karyawan kantoran. Ia suka mampir ke 居酒屋 (IzakayaIzakaya居酒屋Sebuah jenis pub atau bar tradisional Jepang yang menyajikan minuman beralkohol dan makanan ringan.) sepulang kerja. Suatu hari Ia bertemu dengan mantan guru bahasa Jepang waktu dia masih SMA yang sekarang sudah berusia 70 tahun. Dari situlah mereka saling berinteraksi dan hubungan mereka yang awalnya hanya sekedar teman minum di Izakaya perlahan tumbuh menjadi benih-benih cinta yang sunyi, mendalam, dan apa adanya.
Alasan Micchan merekomendasikan novel ini adalah karena menurutnya dinamika romansa beda usia digambarkan secara realistis di novel ini sangat bagus. Belum lagi penggambaran empat musim dan kuliner yang menggambarkan Jepang banget, seolah-olah novel ini mengajak pembacanya ikut berkeliling bersama Tsukiko dan Sensei di cerita tersebut. Kepiawaian dari Hiromi Kawakami-sensei dalam merangkai kata demi kata di novel ini juga membuat Micchan kagum.
Novel kedua yang direkomendasikan oleh Micchan adalah novel berjudul ヴィヨンの妻 (Villon no Tsuma) karya sensei 太宰治 (Osamu Dazai). Novel ini menceritakan tentang sepasang suami istri bernama Otani dan Sachi. Otani merupakan seorang penyair jenius, namun dia memiliki sikap yang buruk sebagai seorang suami. Otani suka mabuk, main perempuan, hutang di kedai makan dan lain-lain. Alih-alih menceraikan suaminya yang kelakuannya brengsek itu, Sachi atau yang sering disebut Sacchan tetap memilih untuk setia bersama Otani, bahkan ia menawarkan dirinya untuk bekerja di kedai tempat suaminya sering berhutang untuk melunasinya.
Alasan Micchan merekomendasikan novel ini adalah karena dia terpesona dengan mindset Sacchan. Sudah kelakuan suaminya seperti itu, Sacchan bahkan tidak playing victim atau menangisi nasibnya. Puncak emosi yang dirasakan Micchan ketika membaca novel ini adalah ketika muncul dialog Sacchan di menit 05:51. Jadi, buat Micchan, daya tarik utama novel Villon no Tsuma ini bukan pada drama sedihnya, tapi di ketangguhan, kemandirian batin seorang wanita, dan lapisan emosi sang penulis yang tersembunyi di balik cerita yang tragis dan penuh ironi ini.
Pada menit 05:51, Micchan bilang kalau ada dialog dari Sacchan yang dia suka di dalam novel ini. Kurang lebih kalau diterjemahkan menjadi "Kenapa dari awal kita tidak melakukan ini? Sesungguhnya aku bahagia kok". Kalimat ini sebenarnya punya makna ironi yang tragis jika dilihat dari kacamata psikologi. Selama ini, hidup Sacchan hanya habis menunggu suaminya pulang ke rumah yang suram dan penuh penderitaan batin itu. Namun, begitu ia menawarkan untuk kerja di kedai agar bisa melunasi hutang suaminya, dia bisa berinteraksi dengan orang-orang, merasa dirinya berguna untuk orang di sekitarnya, mandiri, dan dihargai oleh pelanggan-pelanggan di restoran itu. Secara tidak langsung dunia kedai yang sibuk itu menyelamatkan Sacchan dari rasa kesepian dan perang batin didalam dirinya. Kalimat yang diucapkan Sacchan bisa kita artikan bahwa hidup sederhana, jujur, dan berbaur dengan masyarakat itu ternyata jauh lebih membahagiakan daripada hidup didampingi dengan "kejeniusan" suaminya yang destruktif itu. FYI, Osamu Dazai-sensei sangat sering menulis kisah dengan tema pria yang hancur/lemah melawan wanita yang tangguh. Sacchan ini adalah simbol ketahanan hidup dari seorang wanita di tengah kekacauan yang dibuat oleh laki-laki. Ia justru mampu beradaptasi dengan baik dan mencari secercah cahaya dan menemukan arti kebahagiaan itu sendiri. Bahkan di adegan terakhir ketika si suami Otani sedang depresi karena dirinya merasa sangat hina dituduh sebagai monster setelah mencuri uang dari kedai dan bersikap buruk terhadap istrinya, Sacchan menjawab suaminya dengan tenang menggunakan kalimat ini: "Tidak masalah kita dianggap sebagai monster bukan? Selama kita bisa tetap hidup". Prinsip hidup seorang Sacchan bisa kita lihat sebagai kritik terhadap norma bahwa kita, untuk bertahan hidup tidak perlu menjadi manusia yang sempurna menurut standar masyarakat. Prinsip ini sering dianggap sebagai antitesis atau jawaban dari kegelisahan Osamu Dazai-sensei yang ia tuangkan di dalam novelnya yang berjudul Tertolak Sebagai Manusia (No Longer Human). Untuk kalian yang belum baca, coba baca deh, ini juga recommended.
Novel ketiga yang direkomendasikan oleh Micchan adalah Seesaw Monster karya Kotaro Isaka. Kalau novel-novel sebelumnya yang direkomendasikan oleh Micchan adalah novel dengan nuansa sastra murni yang melankolis dan puitis, novel yang satu ini genrenya lebih masuk ke Misteri/Aksi Komedi. Novel ini mengambil latar setting di akhir era Showa saat ekonomi Jepang sedang gila-gilanya. Fokus ceritanya ada di keluarga Kitayama yang dari luar kelihatan harmonis dan biasa-biasa aja, tapi ternyata si istri Miyako adalah mantan agen intelijen alias mata-mata. Konflik novel ini meledak ketika Miyako terlibat perselisihan dengan Ibu mertuanya. Pertarungan antara menantu dan mertua yang biasanya cuma sebatas sindiran halus malah berubah menjadi pertempuran mental yang intens, epik, dan brutal.
Kenapa sih Micchan suka dengan novel ini? Di video ini Micchan menjelaskan bahwa novel ini merupakan novel pertama sekaligus novel satu-satunya karya Kotaro Isaka yang dia baca. Karena dia belum terbiasa dengan pola pikir sang penulis Kotaro Isaka, dia jadi korban plot twist dari penulis yang bahkan Kotaro Isaka memang terkenal sebagai "Raja Plot Twist" di Jepang. Lalu Micchan juga bilang kalau dia suka part ketika perang antara Miyako dan mertuanya memuncak dan ini lucu menurutnya. Selain itu Micchan juga terpesona dengan "Kacamata Lintas Waktu" dari novel ini. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya novel ini mengambil latar cerita di akhir era Showa, tapi penulis menulis karya ini di tahun 2016 yang mana sudah di era Heisei modern. Menurut Micchan, karena penulis melihat era Showa dari sudut pandang masa depan, penulis itu bisa menonjolkan ciri khas dan keunikan dari era Showa dengan mencolok dan penuh warna. Kalau cerita seperti itu ditulis ketika era Showa itu mungkin akan dianggap "biasa aja" oleh orang-orang di zaman itu.
Novel keempat yang direkomendasikan oleh Micchan adalah しろがねの葉 (Shirogane no Ha) karya sensei 千早茜 (Akane Chihaya). Novel kali ini levelnya sudah bda lagi, ini adalah buku yang memenangkan 直木三十五賞 (Naoki Sanjūgo Shō) di tahun 2022. Bahkan Micchan sampai menyebut buku ini membawa dalam hidupnya. Mengambil latar cerita di akhir zaman Sengoku, tepatnya ketika tambang perak Iwami yang saat itu dilanda (periode sejarah penemuan perak secara massal yang memicu migrasi besar-besaran penambang dan spekulan). Fokus utamanya di seorang gadis bernama Ume. Dia dipungut oleh seorang penambang bernama Kihei lalu dia diajari semua hal tentang tambang, rahasia (urat perak), lalu ia nekat kerja di dalam lubang tambang yang gelap dan berbahaya. Yup, meskipun dia seorang perempuan. Keadaan makin kacau ketika kekuasaan klan Tokugawa menguat, Kihei mulai kehilangan akal sehatnya dan Ume harus berjuang sendirian mempertaruhkan nyawa di dunia tambang yang penuh keserakahan, nafsu dan kematian.
Kenapa buku ini direkomendasikan oleh Micchan sih? Pertama, Micchan melihat isu patriarki dan kompleksitas harga diri Ume. Yes, di jaman Sengoku dulu, nilai patriarki-nya sangat kental. Perempuan dianggap derajatnya lebih rendah karena fisiknya lebih lemah dari laki-laki. Ume si main character sangat benci dengan fakta itu. Ia punya tekad kuat dan keras kepala sehingga ingin memberontak dari takdirnya sebagai perempuan yang dianggap lemah. Tapi pergolakan batin dari Ume terus menerus dihadapkan dengan realitas bahwa batas fisik biologis memang takdir yang tidak bisa dipungkiri. Di menit 15:11 Micchan menjelaskan dialog favorit dari novel ini, bahkan ia sampai termenung tentang apa yang Ume rasakan saat mendengar kata-kata itu. Di satu sisi, itu merupakan penghinaan besar terhadap harga diri Ume yang pantang menyerah, tapi di sisi lain itu juga realita dan bentuk kepedulian yang tidak bisa dia tolak. Sebuah situasi psikologis ini benar-benar membuat Micchan terpesona. Micchan juga bilang kalau membaca novel ini rasanya seperti baru selesai nonton film epik berdurasi panjang, bahkan Micchan sampai tidak mau baca buku lain karena masih gagal
move-on dari dunia Ume yang begitu intens. Di akhir juga Micchan seperti mendapatkan pencerahan dengan melihat bagaimana Ume berjuang mati-matian untuk menyambung hidup di tengah penderitaan yang ia alami. Bagi Micchan, novel karya Chihaya Akane ini bukan sekedar buku bacaan, tapi sebuah pengalaman emosional yang bikin dia lebih menghargai arti perjuangan dalam hidup. Makanya novel ini adalah novel yang paling dia rekomendasikan untuk kalian baca.
Buku terakhir yang direkomendasikan oleh Micchan adalah Monogatari wa Owaranai (Cerita yang Tak Pernah Usai). Ini adalah buku yang kasarannya bisa dibilang tester atau sampler parfum dimana buku ini berisi kumpulan cerita pendek dari 21 penulis best-seller di Jepang. Jadi, kamu bisa "mencicipi" berbagai gaya penulisan dari masing-masing penulis yang sekiranya cocok buat kamu. Micchan baik banget kan ngasih penonton opsi buku yang "ramah lambung" buat penonton yang baru mau coba-coba baca buku hahaha. Oke di video ini Micchan khusus me-review dua cerpen dari Risa Wataya dan Hikari Ota.
Cerpen ini punya elemen yang agak janggal dan mengarah ke horor dan misteri psikologis. Bercerita tentang seorang mahasiswi yang nekat mendekati cowok gebetannya. Usut punya usut ternyata si cewek udah tahu kalau si cowok ini bakal cerewet banget kalau diajak ngobrol soal hobinya. Demi bisa ngobrol terus dengan cowok gebetannya, ia memutuskan untuk main ke rumah cowok tersebut, tapi kejadian dan suasana di dalam rumah ini ternyata sangat aneh dan tidak terduga.
Alasan Micchan suka dengan karya Risa Wataya karena dia pernah membaca novel Risa Wataya yang lain berjudul Keritai Senaka (Punggung yang ingin Kutendang). Isi novel itu juga cukup absurd, namun ia jadi lebih memahami tentang ciri khas dari seorang Risa Wataya karena membaca Fuin Tansu ini.
Cerpen karangan Hikari Ota (seorang komedian dari grup duo legendaris Jepang, Bakusho Mondai) ini menceritakan tentang Tokoh utama yang seorang komedian pria, dia menemukan remote TV usang di saku mantelnya. Benda itu memicu banjir nostalgia di mana si karakter utama bergumam dan menyindir dirinya sendiri, "Betapa bodohnya aku masih menyimpan benda seperti ini". Sejak kecil, pria itu sangat suka dengan TV, apalagi waktu melihat kelakuan konyol komedian-komedian di TV itu. Bahkan dia sampai bermimpi ingin menjadi "bodoh" seperti komedian-komedian itu.
Kenapa sih Micchan bisa suka sama cerpen ini? Micchan sangat tersentuh dengan kontras cerita yang disajikan tentang bagaimana sesuatu yang dulunya dianggap sebagai harta karun, seiring berjalannya waktu berubah menjadi "barang rongsokan" sesuai judulnya. Micchan juga suka pembawaan cerita dengan alurnya lompat-lompata antara masa lalu dan masa sekarang yang sukses dituangkan ke cerita ini oleh Hikari Ota dengan permainan kata, guyonan ala komedian yang membuka cara pandang baru yang fresh dibanding novelis sastra pada umumnya.
Jadi lewat kedua cerpen itu, Micchan menunjukkan betapa ajaibnya buku antologi ini. Di satu bagian kamu bisa dibuat merinding terheran-heran oleh karya Risa Wataya, tapi di bagian lain kamu bisa dibuat tersenyum hangat oleh Hikari Ota.
Gimana gaes pembahasannya? Seru bukan? Lebih seru lagi kita tonton videonya Micchan. Langsung aja tanpa basa-basi download di tautan yang sudah disediakan di bawah ya guys. Oh ya, jangan lupa like, comment dan subscribe Hinatazaka Channel ya guys!



Jika video limit atau gagal dimuat, silakan gunakan Link Direct atau coba ganti koneksi internet Anda. Google Drive memiliki batas penayangan harian. untuk lebih detail, cek bagian Frequently Asked Question (FAQ)Tips Mobile: Putar layar menjadi landscape jika kontrol player menutupi video.
Frelein Fansub adalah proyek independen yang dikelola oleh penggemar (OhisamaOhisamaおひさまSebutan resmi untuk penggemar Hinatazaka46. Artinya 'Matahari', karena idol grup ini adalah sebuah 'Hinata' (Tempat yang cerah).) dari Indonesia dan tidak berafiliasi dengan Seed & Flower LLC, Sony Music Entertainment Japan, maupun pihak manajemen resmi Hinatazaka46.
Tujuan utama pembuatan terjemahan ini adalah murni untuk membantu penonton dari Indonesia memahami makna dari konten-konten Hinatazaka46.
Mendukung Kreator Asli:
Mendukung Frelein Fansub:
Meski semua konten yang tampil dari video ini adalah sepenuhnya hak milik oleh pihak manajemen terkait, kami harap untuk:
Jika di kemudian hari pihak manajemen resmi meminta penangguhan video ini, kami akan sepenuhnya menghormati keputusan tersebut, dan postingan ini akan kami arsipkan agar tidak bisa diakses publik atau bahkan kami hapus. Ayo dukung terus Hinatazaka46 dengan menonton, mendengarkan, dan membeli rilisan resmi mereka!

Tonton konten aslinya dan dukung Hinatazaka46 dengan menekan tombol like!
Suka dengan rilisan ini? Traktir kami kopi agar makin semangat nge-sub!


